Penyakit kardiovaskular dan metabolik — utamanya hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, dan obesitas — merupakan kelompok penyakit tidak menular dengan beban terbesar yang ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama Indonesia. Buku ini membahas kelompok penyakit tersebut sebagai bagian dari Area Kompetensi g (pengelolaan penyakit dan masalah kesehatan di layanan primer), dengan tetap menerapkan pendekatan holistik dan berpusat pada pasien yang dibangun pada Buku Tematik 1 (B1).
Ciri khas pengelolaan penyakit kronik di layanan primer adalah sifatnya yang berkesinambungan: bukan episode tunggal, melainkan pemantauan jangka panjang yang melibatkan pasien, keluarga, dan sistem rujukan berjenjang bila diperlukan.
Hipertensi adalah salah satu alasan kunjungan tersering di layanan primer. Pendekatan kedokteran keluarga menekankan penapisan aktif pada populasi berisiko, penegakan diagnosis melalui pengukuran berulang sesuai standar, penelusuran kemungkinan hipertensi sekunder pada kasus tertentu, serta edukasi modifikasi gaya hidup sebagai fondasi tata laksana sebelum maupun bersamaan dengan terapi farmakologis.
Pengelolaan diabetes melitus tipe 2 di layanan primer mencakup penapisan pada kelompok berisiko, penegakan diagnosis, edukasi terstruktur (termasuk pengaturan diet dan aktivitas fisik), pemilihan terapi farmakologis awal, pemantauan komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular secara berkala, serta koordinasi rujukan ke layanan sekunder-tersier saat diperlukan.
| Komponen Pemantauan | Frekuensi Umum Dianjurkan |
|---|---|
| HbA1c atau gula darah puasa | Berkala sesuai stabilitas kendali glikemik |
| Fungsi ginjal dan urin albumin | Tahunan, lebih sering bila terdapat kelainan |
| Pemeriksaan kaki | Setiap kunjungan kendali; pemeriksaan menyeluruh tahunan |
| Pemeriksaan mata (funduskopi) | Tahunan atau sesuai rekomendasi spesialis mata |
| Profil lipid | Tahunan atau sesuai indikasi klinis |
Angka target dan pilihan obat lini pertama tidak dicantumkan secara spesifik pada buku ini dan wajib mengikuti pedoman nasional terbaru sesuai catatan tinjau pada Bab I.
Dislipidemia umumnya ditemukan bersamaan dengan hipertensi dan diabetes melitus dalam konteks sindrom metabolik. Pendekatan layanan primer menekankan penilaian risiko kardiovaskular total sebagai dasar keputusan terapi, bukan semata angka kolesterol tunggal, serta pentingnya modifikasi gaya hidup sebagai intervensi lini pertama pada risiko rendah-sedang.
Obesitas adalah faktor risiko bersama bagi hipertensi, diabetes, dan dislipidemia, sekaligus kondisi yang memerlukan pendekatan tersendiri: penilaian indeks massa tubuh dan lingkar perut, penggalian faktor psikososial dan pola makan keluarga, serta intervensi bertahap yang realistis sesuai konteks sosial-ekonomi pasien.
Karena keempat kondisi di atas sering muncul bersamaan, dokter layanan primer dianjurkan mengelolanya secara terpadu dalam satu rencana perawatan, bukan sebagai penyakit terpisah — memanfaatkan perangkat family-centered pada Buku Tematik 1 (genogram, family APGAR) untuk memahami pola risiko dalam keluarga dan merancang intervensi yang melibatkan seluruh anggota keluarga berisiko.
Penguasaan pengelolaan penyakit kardiovaskular dan metabolik menjadi dasar bagi buku-buku tematik berikutnya yang membahas kelompok penyakit lain di layanan primer, dengan prinsip pemantauan berkesinambungan yang sama.