Kesehatan ibu, anak, dan remaja adalah salah satu pilar utama layanan primer, dan menjadi contoh nyata penerapan family life cycle (Buku Tematik 1) dalam praktik sehari-hari. Buku ini membahas empat area layanan yang saling terkait: Manajemen Terpadu Balita Sakit, imunisasi, kesehatan reproduksi, dan keluarga berencana.
MTBS adalah pendekatan terintegrasi untuk menilai dan menata laksana balita sakit di layanan primer, mencakup penilaian tanda bahaya umum, klasifikasi penyakit utama (batuk/kesulitan bernapas, diare, demam, masalah telinga, status gizi, dan status imunisasi) dalam satu kunjungan yang efisien namun menyeluruh.
Layanan primer adalah ujung tombak program imunisasi nasional. Peran dokter spesialis kedokteran keluarga layanan primer mencakup pemantauan status imunisasi setiap anak dalam keluarga binaan, edukasi dan penanganan keraguan orang tua terhadap vaksin (vaccine hesitancy) dengan pendekatan komunikasi berbasis kepercayaan, serta koordinasi dengan program imunisasi Puskesmas setempat.
| Kelompok Usia | Fokus Layanan Imunisasi |
|---|---|
| Bayi (0-11 bulan) | Imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal nasional |
| Baduta (12-24 bulan) | Imunisasi lanjutan/booster sesuai jadwal nasional |
| Anak sekolah | Imunisasi program sekolah sesuai kebijakan nasional yang berlaku |
| Remaja dan dewasa | Imunisasi sesuai indikasi khusus (mis. kelompok berisiko, kehamilan) |
Pelayanan kesehatan reproduksi di layanan primer mencakup pelayanan antenatal terpadu, deteksi dini komplikasi kehamilan untuk rujukan tepat waktu, kesehatan reproduksi remaja, serta skrining kondisi ginekologis umum. Pendekatan kedokteran keluarga menekankan kesinambungan layanan dari masa prakonsepsi, kehamilan, persalinan (dengan rujukan sesuai kompetensi), hingga masa nifas.
Konseling keluarga berencana di layanan primer bersifat berpusat pada pasien: mempertimbangkan preferensi pasangan, kondisi kesehatan, dan konteks budaya keluarga, bukan sekadar penyediaan metode kontrasepsi. Dokter layanan primer berperan memberikan konseling pilihan metode secara berimbang serta pemantauan efek samping berkelanjutan.
Remaja memerlukan pendekatan tersendiri yang menyeimbangkan otonomi yang berkembang dengan peran keluarga, mencakup kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa (dibahas lebih rinci pada Buku Tematik 5), gizi, dan perilaku berisiko. Kerahasiaan dan kepercayaan menjadi prinsip penting dalam membangun hubungan dokter-pasien remaja yang efektif.
Kesehatan ibu, anak, dan remaja menuntut pandangan siklus hidup yang berkesinambungan, menjembatani buku ini dengan Buku Tematik 5 (kesehatan jiwa) dan Buku Tematik 6 (geriatri) sebagai representasi keseluruhan siklus hidup yang dilayani dokter spesialis kedokteran keluarga layanan primer.